Gunung Dan Air Terjun

Kabupaten Dompu memiliki aset wisata yang tidak disamakan dengan aset wisata lain, kabupaten dompu memiliki ciri khas dalam mengembangkan potensi wisata daerah mulai dari wisata alam, wisata penggunungan dan wisata salah satunya adalah wisata air terjun panca saneo.

Air Terjun Panca Saneo

Air Terjun Panca Saneo tergolong daya tarik wisata baru yang terdapat di Kabupaten Dompu. Air Terjun yang terletak di Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu dapat di tempuh lebih kurang 2 jam dari pusat Kota Dompu. Air Terjun Panca Saneo memiliki ketinggian sekitar 75 meter dan menjadi salah satu air terjun tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan ketinggian kurang lebih 32 meter. Akses transportasi menuju lokasi hanya dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor karena akses jalan menuju lokasi masih rusak. Setelah sampai desa saneo, para pengunjung hanya membayar karcis parkir motor sebesar Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah) dan dilanjutkan jalan kaki menuju lokasi Air Terjun Panca Saneo. Aktifitas yang dapat dilkukan oleh pengunjung di daya tarik wisata Air Terjun Panca Saneo yaitu berenang dan traking.

 Kamu harus tahu ya Guys, kalo pada akhir pekan air terjun ini ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dari Dompu mapun dari luar Dompu. Soalnya suasana yang ada di sekitar air terjun masih sangat alami dan kondisi air yang ada di lokasi air terjun juga sangat jernih dan bening. Hawa sejuk yang tercipta di sekitar lokasi air terjun disebabkan karena air terjun ini berada di tengah hutan.

kamu merupakan warga asli Dompu, maka sangat disarankan untuk mengunjungi air terjun ini bersama dengan teman-teman, karena kamu bisa bermain dan berpetualang di lokasi air terjun bersama dengan sahabat kamu.

Air Terjun Panca Saneo

Jika kamu ingin menuju ke lokasi Air Terjun Panca Saneo, maka akan dibutuhkan tenaga yang ekstra. Karena untuk menuju ke lokasi kamu harus melewati Jurang Lebah. Air terjun ini juga terkenal dengan jalur yang sangat ekstrim, sehingga beberapa orang yang mengunjungi air terjun akan diuji keberaniannya.

Air terjun ini juga memiliki julukan sebagai air terjun yang memacu adrenalin karena setiap orang yang hendak menikmati keindahan air terjun akan melakukan petualangan di hutan rimba untuk sampai ke lokasi air terjun.

Sumber: Instagram @anggi_wahyusaputra

Jika kamu menggunakan sepeda motor, maka kamu harus menempuh jarak yang cukup jauh dan memakan waktu kurang lebih 3 jam. Kamu akan melewati hutan rimbun yang masih alami, lalu kamu harus berjalan kaki melalui jalan setapak dengan tingkat kemiringan dan jalan yang sedikit terjal.

Setelah melalui jalan setapak kamu harus menuruni jurang yang terjal dengan ketinggian hingga 10 meter. Nah, jurang ini yang dinamakan dengan jurang lebah Gaes. Untuk dapat menuruni jurang ini, setiap pengunjung harus menggunakan akar pohon dan batang pohon yang dipasang, kamu harus berhati-hati karena jurang ini cukup berbahaya untuk dilewati.

Sangat disayangkan sekali karena air terjun yang memiliki pesona keindahan ini tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat. Bahkan warga desa setempat juga tidak mengelola tempat wisata ini dengan baik, sehingga tidak terdapat fasilitas apapun di air terjun ini.

Padahal Desa Saneo merupakan salah satu desa di Kabupaten Dompu yang termasuk ke dalam desa wisata. Dan ternyata Desa Dompu juga telah masuk ke dalam 99 daftar desa wisata. Daftar desa wisata ini ada di dalam Peraturan Gubernur NTB 2019. 

Sepanjang jalan kawasan wisata air terjun panca saneo tidak memiliki aset perjalan dan tidak meiliki penginapan sepanjang kawasan wisata dan air terjun panca saneo juga berada di dsa terpencil berkemungkinan tidak meiliki tempat-tempat penginapan ataupun tempat restauran. Air Terjun Panca Saneo sangat direkomendasikan bagi para pecinta alam yang memiliki jiwa petualang yang tinggi, karena untuk mencapai ke lokasi air terjun kamu harus sudah berpengalaman dalam menempuh medan yang sulit.

Sangat tidak disarankan untuk membawa anak kecil di bawah 15 tahun, karena medan yang akan ditempuh sangat sulit dan anak kecil akan sangat berbahaya jika melalui medan yang sulit untuk menuju ke lokasi air terjun. Kamu juga harus memperhatikan waktu berkunjung, sebaiknya kamu berkunjung di bawah jam 5 sore karena jika kamu berkunjung di atas jam 5 sore, maka akan sangat berbahaya. Medan yang ditempuh akan sangat berbahaya jika dilalui pada waktu hari mulai larut malam. Selain itu air terjun yang sangat indah ini juga tidak akan terlihat keindahannya pada malam hari karena sekitar lokasi tidak ada penerangan.

Air Terjun Panca Saneo memang memiliki pesona keindahan karena air terjun ini merupakan air terjun tertinggi di Nusa Tenggara Barat. Bagi kamu yang suka tantangan, maka air terjun ini cocok buat kamu dan sepanjang kawasan wisata tidak memiliki fasilitas penginapan dan restoran.

Air Terjun Tebu Ijo

Kadindi di suguhkan dengan alam yang subur dan sejuta tempat wisata yang menawarkan sejuta keindahan. Potensi Kecamatan Pekat dari segi Alam tidak bisa diragukan baik dalam segi kekayaan alam maupun kekayaan tempat wisata.

Kadindi berada di salah satu lereng Gunung Tambora dan Lereng Gunung Kadindi yang sangat subur, tempat wisata yang saat ini menjadi primadona masyarakat Kadindi adalah Air Terjun Tebu Ijo yang berada di Desa Kadindi Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.

Sumber: facebook Mastter Erick Klicers (tiga’satu)

Informasi Kunjungan:

Kadindi, Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Bar. 84261

  • Ke Arah Selatan 700 M
  • Belok Kanan 110 M
  • Belok Kiri 300 m
  • Belok Kanan 34 M
  • Belok Kanan 280 M
  • Teruskan ke Jl. Datuk Anggrat 750 M
  • Belok Kanan 210 M
  • Belok Kiri 1,1 KM

Kadindi di suguhkan dengan alam yang subur dan sejuta tempat wisata yang menawarkan sejuta keindahan. Potensi Kecamatan Pekat dari segi Alam tidak bisa diragukan baik dalam segi kekayaan alam maupun kekayaan tempat wisata.

Kadindi berada di salah satu lereng Gunung Tambora dan Lereng Gunung Kadindi yang sangat subur, tempat wisata yang saat ini menjadi primadona masyarakat Kadindi adalah Air Terjun Tebu Ijo yang berada di Desa Kadindi Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.

Wisata Air Terjun Tebu Ijo sangat menarik apalagi menjadi Spot tempat berfoto, keindahan alam membuat ketagihan bagi pengunjung untuk bersua foto, terlebih dengan keindahan tebing di sekitaran Air Terjun membuat menarik untuk mengabadikan foto. 

Bagi yang ingin menikmati Air Terjun Tebu Ijo saat ini belum ada karcis dan tentunya akan ketagihan berkunjung, karena tempat ini masih baru-baru dibuka tentunya masih sangat indah.

Memang Air Terjun Tebu Ijo ini sangat bagus, selain tempat bersua foto, bisa sebagai tepat Panjat Tebing dan mandi menikmati dinginnya Air Terjun tersebut. (rum)

Tentang Air Terjun Tebu Ijo

Gunung Tambora

Gunung Tambora adalah sebuah gunung berapi kerucut aktif yang terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Gunung ini terletak di dua kabupaten yaitu Kabupaten Dompu yang mencakup lereng bagian barat dan selatan serta Kabupaten Bima yang mencakup lereng bagian timur dan utara.

Gunung Tambora Wikipedia Bahasa Indonesia, enksiklipedia bebas.

Gunung Tambora atau dikenal nama lainnya yaitu Tomboro, merupakan satu satu gunung berapi aktif yang terletak di dua kabupaten di pulau sumbawa yaitu Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Sebelum Meletus pada tahun 1815, gunung tambora memiliki ketinggian 4.300 mdpl yang membuat gunung ini menjadi salah satu gunung tertinggi di Indonesia. Setelah meletus pada bulan April tahun 1815, kini ketinggian gunung tambora berkurang yaitu 2.850 mdpl dan membentuk kaldera terbesar di Indonesia dengan luas 1.950 meter. 

Puncak Tambora

Foto Tentang Gunung Tambora

Terdapat dua jalur pendakian untuk mencapai keldera gunung tambora, rute pertama dimulai dari desa Doro Mboha yang terletak disisi tenggara gunung tambora. Rute kedua yaitu dimulai dari desa Pancasila disisi barat laut gunung tambora. Untuk mencapai lokasi Doro Mboha dan desa Pancasila membutuhkan waktu 2 jam perjalanan dari pusat kota Dompu dan 3 jam perjalanan dari pusat Kota Bima dengan menggunakan bermotor dan mobil. 

Maaf, kami tidak dapat menghitung rute dari “Gn. Tambora, Kawinda Toi, Tambora, Bima, Nusa Tenggara Bar.” sampai “Dompu, Kandai Dua, Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Bar.”

Aktivitas wisata yang dapat dinikmati oleh pengunjung ketika mengunjungi gunung tambora yaitu pendakian gunung tambora, menikmati hamparan padang savanna doro ncanga serta menikmati festival Tambora Menyapa Dunia yang diselenggarakan pada bulan April setiap tahunnya. Tujuan dari terselenggaranya event Tambora Menyapa Dunia yaitu untuk memperingati letusan gunung tambora pada tahun 1815. Gunung tambora ini adalah salah satu gunung yang tervaforit di Dompu dan dijadikan sebagai tempat wisata yang sering dikunjungi oleh parawisatawan yang mulai dari wisata lokal maupun luar lokal bahkan gunung tambora ini dapat mengundang wisatawan hingga mancanegara untuk datang melakukan pendakian gunung tambora dan gunung tambora ini sering di daki pada saat hari 17 agustus dan pada saat penggantian tahun baru yang membuat para wisatawan berbondong-bondong datang untuk melakuan pendakian bertujuang untuk merayakan kebersamaan diatas gunung tambora tersebut.

Dalam wisata gunung tambora ini banyak sekali wisatawan hingga mancanegara yang berdatang ke dompu untuk melakukan pendakian gunung tambora dan sepanjang jalan kawasan wisat tidak meiliki asep seperti penginapan dan restoran yang mewah hanya ada warung makan sederhana dan kios-kios saja.

Bendungan Mila 

Rababaka komplek mempunyai potensi lahan irigasi yang cukup lluas (2.250 Ha), akan tetapi potensi inflow DAS Tanju relatif kecil dan tidak sebanbing dengan luas lahan yang ada. DAS Rababaka memiliki potensi air yang cukup besar sementara lahan air yang cukup besar sementara lahan irigasi yang ada relatif terbatas.

Bendungan Mila adalah salah satu bendungan yang menjadi daya tarik wisata bagi para wisatawan dikarenakan bendungan mila ini baru dibangun pada tahun 2017 dan di resmikan pada tahun 2019. Bendungan Mila ini yang paling terbesar di kabupaten dompu dari bendungan yang ada dikarenakan kedalamannya yang dalam dan tinggi makanya dikatakan sebagai bendungan mila yang terbesar.

Bendungan Mila ini sering di kunjungi pada sore hari oleh orang-orang yang ingin datang berfoto dan bernongkron bahkan datang untuk bersantai.

Bendungan Mila ini sering disebut dengan DAM MILA memiliki ddaya tarik wisata tersendirinya dikarenakan airnya yang dingin dan sejuk apa lagi ditambah dengan pemandangan yang indah pada saat musim jagung.

Bendungan Mila ini sering di datangi oleh pengunjung tiap harinya dikarenakan pada sore hari atau setelah hujang banyak wisatawan yang datang berkunjung untuk datang berfoto dan mengaksikan sunset sore hari dan DAM mila ini banyak sekali orang orang-orang yang berkedatangan untuk memancing ikan disini dan wisatawan juga tidak hanya menikmati pemandangan saja tetapi juga wisatawan bisa mengewa perahu untuk meliihat sekitar bendungan mila dan di bendungan mila bisa melakukan aktivitas lainnya seperti mandi ditempat bendungan dan tidak dijinkan untuk mengotori tempat wisata dan ddilarang kerasa untuk membom ikan diitempat wisata ini ataupun meracuni ikan disini.

    Bagi kamu yang ingin berkunjung ke bendungan mila ini bisa mengediakan bekal dari rumah dan bisa duduk santai-santai sambil memandangi pemandangan yang ada disekitar bendungan mila sekitar dan datnglah pada saat musim penanaman jagung agar sejuk dan indah seperti yang anda harapkan dan cocok membawa anak atau bisa datang berpasangan.

Bendungan Mila Sumber dari website BWS

Foto Tentang Bendungan Mila

Informasi Kunjungan:


Pulau Satonda

Pulau Satonda adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Pulau ini terletak di lepas pantai utara Pulau Sumbawa. Pulau ini masuk dalam wilayah Kabupaten Dompu, 3 kilometer dari Selat Sanggar di Laut Flores dan secara administratif berada di wilayah Desa Nangamiro di Kecamatan Pekat.

Pulau satonda merupakan salah satu pulau yang terletak di Kabupaten Dompu yang memiliki potensi daya tarik wisata yang indah. Pulau ini masuk dalam wilayah Kabupaten Dompu, 3 kilometer dari Selat Sanggar di Laut Flores dan secara administratif berada di wilayah Desa Nangamiro di Kecamatan Pekat. Pulau Satonda dan perairan sekitarnya memeiliki luas 2.600 hektare yang terdiri dari daratan (453,70 hektare) dan luas perairan (2.146,30 hektare). Pulau Satonda terbentuk dari letusan Gunung Satonda ribuan tahun yang lalu. Gunung berapi Satonda konon berusia lebih tua dari pada Gunung Tambora, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pulau ini. Pulau Satonda memiliki terumbu karang alami yang luas di perairan sekitarnya dan ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Laut (TWAL) pada tahun 1999 oleh Kementerian Kehutanan Indonesia. Pulau ini diusulkan untuk menjadi bagian dari Taman Nasional Moyo Satonda bersama dengan Pulau Moyo di dekatnya.

Informasi Kunjungan:

Pulau Satonda. Sumber: Google 

        Terdapat danau di tengah pulau yang memiliki luas 335 hektare dan kedalaman 86 meter. Penelitian oleh dua ilmuwan Eropa bernama Stephan Kempe dan Josef Kazmierczak selama tahun 1984, 1989, dan 1996 menemukan air Danau Satonda asin dengan tingkat kebasaan jauh lebih tinggi daripada air laut biasa. Mereka bersama-sama menyimpulkan bahwa cekungan Satonda terbentuk dari kawah yang berusia lebih dari sepuluh ribu tahun, (kementerian lingkungan hidup dan kehutanan RI, 2015).

Namun, Satonda juga merupakan bagian dari Geopark Tambora. Menurut General Manager Geopark Tambora Ridwan Syah, Satonda merupakan pulau unik. Melengkapi sisi histori letusan gunung Tambora yang mengguncang dunia pada tahun 1815.

Dari hasil penelitian, Danau Satonda adalah fenomena langka, “Karena airnya yang sangat asin dengan tingkat kebasaan (alkalinitas) sangat tinggi dibandingkan air laut pada umumnya,” ujarnya.

Di pinggir danau terdapat sebuah pohon yang tidak diketahui asal usulnya. Pada pohon itu, terdapat banyak batu-batu bergantungan diikat menggunakan tali. Disebut sebagai pohon harapan karena yang menggantungkannya memiliki harapan cita-citanya terwujud.

Untuk mencapai Pulau Satonda dari daratan, penyeberangan bisa dari Labuan Kenanga. Dengan lama perjalanan sekitar 15 menit. Khairul Insan mengatakan pilihan rute tersebut lebih baik, karena antara dermaga Labuan Kenanga dan Satonda saling berhadapan — jika dibandingkan dengan pelabuhan Calabahi – Satonda yang juga sama sekitar 15 menit. Dari Dompu, dua pelabuhan itu berjarak sekitar 2,5 jam dari Kota Dompu.

Ketua Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI) Heryadi Rachmat menyebutkan bahwa pulau vulkanik Satonda dan wilayah perairannya mempunyai nilai ilmiah, serta ekosistem gunung api yang unik dan eksotik.

Keunikan dan nilai ekosistemnya tersebut, ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Luat (TWAL) Pulau Satonda berdasarkan SK. Menteri Kehutanan Nomor : 22/Kpts-VI/1998 tanggal 7 Januari 1998, dengan luasan 2.600 Ha, yang terdiri dari daratan (453,70 Ha) dan luas perairan (2146,3 Ha).

Satonda merupakan sebuah pulau vulkanik yang terletak di Laut Flores, 3 km dari semenanjung Sanggar atau 30 km dari Gunung Tambora. Menurut berbagai penelitian, Pulau Satonda sebenarnya adalah sebuah pulau vulkanik (gunung berapi) yang timbul dari kedalaman 1.000 meter.

Letusan gunung purba Satonda meninggalkan jejak pulau, seluas 6 kilometer persegi dan membentuk danau seluas 4 kilometer persegi. Danau itu dikelilingi oleh tebing dan bukit yang mencapai ketinggian 300 meter dpl. Tebing sebelah timur terjal dan berbatu sehingga tidak dapat ditumbuhi tumbuh-tumbuhan.

Pada awalnya, air di dalam danau adalah air tawar (fresh water). Tapi tsunami akibat dari letusan Gunungapi Tambora 15 April 1815, membuat air laut masuk ke dalam Danau Satonda. Volume air laut yang besar dan terperangkap ke dalam danau mengubah Danau Satonda menjadi danau air asin, “Jadi bukan karena adanya terowongan di bawah permukaan danau yang selama ini diperkirakan oleh kebanyakan orang,” ucap Heryadi Rachmat kepada TEMPO.

Ia pun menyebutkan adanya stromatolit di dalam danau tersebut. Ini sebagai satu dari lima titik stromatolit di dunia. Lainnya ada di Amerika Serikat, dua di Eropa dan satunya lagi Australia Barat. Stromatolit adalah mahluk yang  hidup yang menghasilkan oksigen yang paling banyak. ”Merupakan mahluk purba pertama yang menghasilkan oksigen,” katanya.