Archives April 2021

Penginapan

Penginapan atau akomodasi saat berpergian atau liburan adalah jenis tempat tinggal dalam perjalanan di mana orang yang harus tinggal jauh dari rumah lebih dari satu hari keperluan tempat untuk tidur seperti dalam perjalanan wisata atau perjalanan lainnya yang berkunjung ke Dompu.

Hotel Rinjani & Restauran

Informasi Kunjungan:

* JL. Jend. Sudirman No. 1, Bada, Dompu, Kabupaten Dompu,     Nusa Tenggara Bar. 84211

*  Info. (0373) 21445

*   Tempat Parkir Gratis

*   Sarapan Gratis

*   Wifi/Internet Gratis

*   Restauran

*   Room Cervice

*   Resepsionis 24 Jam

*   Tidak ada kolam renang atau bak air panas

*   Cocok untuk anak-anak 

*   Tempat area parkir gratis

*   Tidak memiliki GYM

* Tidak memiliki SPA

Dalam Hotel Rinjani & Restauran

Tursina Hotel

Dalam Tursina hotel

Informasi Kunjungan:

*   Room Service

*   Resepsionis 24 Jam

*   Tidak ada kolam renang atau bak air panas

*   Tempat Area Parkis Gratis

*   Jl. Pinus No.7, Dorotangga, Dompu, Kabupaten Dompu,             Nusa Tenggara Bar. 84212

*    Info. 0817-365-655

Fasilitas Kesehatan Dompu

Rumah Sakit Umum Dompu adalah salah satu rumah sakit yang ada di kabupaten dompu dan rumah sakit terbesar di kabupaten dompu,.

Rumah Sakit Umum Dompu

Berdasarkan Google Maps

Informasi Rumah Sakit Umum Dompu

Alamat   : Jl. Teuku Umar No.1, Simpasai, Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Bar. 84211
Telepon : (0373) 21411
Provinsi : Nusa Tenggara Barat

RS Umum Dompu – Informasi SDM Kesehatan Nasional

DASHBOARD

SELAMAT DATANG

INFORMASI SDM KESEHATAN INDONESIA yang dimuat dalam web ini merupakan output Sistem Informasi SDM Kesehatan yang dihasilkan dari input data SDM Kesehatan dari fasilitas pelayanan kesehatan baik milik pemerintah maupun masyarakat (swasta) di wilayah kabupaten/kota dan provinsi yang dikoordinir oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Dinas Kesehatan Provinsi dan di integrasikan dengan data dari berbagai sistem informasi dilingkungan Badan PPSDM Kesehatan, Unit Utama Kementerian Kesehatan, dan stakeholder lintas program dan lintas sektor terkait. Semoga data dan informasi yang disajikan bermanfaat bagi pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan dan pembangunan kesehatan.

Badan PPSDM Kesehatan

Puskesmas Dompu Barat


Alamat: Montabaru, Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Bar. 84251

Jam       : Buka 24 jam

Telepon : 0823-4081-8298

Provinsi : Nusa Tenggara Barat

Puskesmas Dompu timur

Alamat  : OO, Dompu, Kabupaten Dompu, 

                 Nusa Tenggara Bar. 84214

Jam       : Buka 24 jam

Provinsi : Nusa Tenggara Barat

Puskesmas Dompu Kota

Alamat   : Jl. Pinus No.7, Dorotangga, Dompu, Kabupaten      

                  Dompu, Nusa Tenggara Bar. 84212

Jam        : Buka 24 jam

Provinsi : Nusa Tenggara Barat

Puskesmas Soriutu


Alamat  : Soriutu, Manggalewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Bar. 84253

Jam       : Buka 24 jam

Provinsi : Nusa Tenggara Barat

Rumah Sakit Pratama Manggelewa

Rumah sakit manggelewa ini adalah rumah sakit terbesar kedua dari rumah sakit umum dompu


Alamat   : Jl. Lintas Calabai, Doromelo, Manggalewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Bar. 84253

Provinsi : Nusa Tenggara Barat

Kuliner

Kuliner tradisional Indonesia adalah semua jenis masakan yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Resep dan cara pembuatan kuliner tradisional biasanya bersifat turun temurun. Rasa kuliner tradisional yang khas dari satu daerah akan berbeda dengan daerah lainnya.

Bakso Rahayu Kandai II

Menu Bakso Rahayu Kandai II:

Bakso Cahaya

Menu Bakso Cahaya Dan Minuman:

Cafe Durian Danies Dompu

Pusat Pemerintahan

Kantor Bupati Dompu atau sering disebut dengan dengan Pandopo merupakan salah satu kota yang unik dan nyaman untuk dikunjungi, kota dompu adalah kota yang damai dan indah seindah dipandang oleh mata dan inilah kota Dompu yang sering disebut dengan kota “DOMpet Penuh Uang“.

Kabupaten Dompu, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Dompu. Kabupaten ini berada di bagian tengah Pulau Sumbawa. Wilayahnya seluas 2.321,55 km² dan jumlah penduduknya sekitar 218.000 jiwa. Kabupaten Dompu berbatasan dengan Kabupaten Sumbawa dan Teluk Saleh di barat, Kabupaten Bima di utara dan timur serta Samudera Hindia di selatan.

Dompu terkenal sebagai penghasil susu kuda liar dan madu. Selain itu Dompu juga dikenal sebagai daerah yang kaya akan keragaman genetik hewan penghasil daging misalnya kerbau rawa atau kerbau lumpur (sahe dalam bahasa Dompu) yang selama ini belum juga diketahui tingkat keragaman genetiknya dengan kerbau di daerah lain untuk menambah sumber informasi akan kekayaan plasma nutfah di Dompu akan segera dilakukan penelitian yang akan memberikan hasil nyata dari pertanyaan oleh pakar kerbau selama ini. Budaya masyarakat Dompu sangat dekat dengan Kabupaten Bima, Meskipun terdapat sedikit perbedaan dari logat dan bahasanya

Geografi

Geografi wilayah Kabupaten Dompu dapat dijelaskan sebagai berikut:
Keadaan kemiringan tanah dan ketinggian Kemiringan tanah (lereng) 

Berdasarkan data yang telah diklarifikasi dapat diketahui bahwa:
  –  Lereng 0-2,5% (datar) seluas 42.950 ha atau 18,48%
  –  Lereng 2,5-15% (landai) seluas 73.349 ha atau 31,55%
  –  Lereng 15-40% (begelombang sampai dengan berbukit)
      seluas 87,911 ha atau 37,82%
  –  Lereng di atas 40% (terjal) seluas 28.250 ha atau  12,15% masing-masing dari luas wilayah Ketinggian
    
Ketinggian tempat dari permukaan air laut merupakan faktor yang perlu diperhatikan di dalam menilai fisik suatu wilayah/daerah terutama yang berhubungan dengan penyediaan sumber daya tanah. Bersumber pada perhitungan peta ketinggian Kabupaten Dompu pada skala 1:100.000, diperoleh data ketinggian sebagai berikut:
Iklim
    
Kabupaten Dompu termasuk daerah yang beriklim tropis basah dan kering (Aw) dengan musim hujan rata-rata bulan November sampai April setiap tahun, mempunyai tipe iklim D, E dan F (menurut Ferguson dan Smith). Pada musim kemarau, suhu udara relatif rendah (20 °C – 30 °C) pada siang hari dan di bawah 20 °C pada malam hari. Curah hujan di wilayah Kabupaten Dompu berkisar antara 900–1.400 mm per tahun dengan dengan jumlah hari hujan berkisar pada 60–120 hari hujan per tahun.

Kabupaten Dompu, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Dompu. Kabupaten ini berada di bagian tengah Pulau Sumbawa. Wilayahnya seluas 2.321,55 km² dan jumlah penduduknya sekitar 218.000 jiwa.

Foto Keadaaan Dompu

Perkembangan aset wisata dompu mulai perubahan tiapbulan maupun tiap tahunnya. jadi wisata yang adad di dompu dapat meningkat kesadaran masyarakat terhadap potensi wisata yang ada di Kabupaten Dompu. Kini masyarakat dompu bergotong royong dengan masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian terhadap wisata-wisata yang dimiliki oleh kota dompu.

Sangat penting untuk menjaga kelestarian aset wisata yang ada di kota dompu dikarenakan wisata yang ada di kabupaten dompu dapat mengundang wisatawwan hingga pancanegara bahkan tidak hanya orang indonesia saja yang datang berkunjung  ke kota dompu tetapi juga warga negara asing dapat untu berwisata di kabupaten dompu.

Foto Bupati Dompu 2021-2026 

Kantor Bupati Dompu

Tempat Wisata

Kantor Bupati Dompu NTB

Taman Hiburan

Taman hiburan atau taman bermain adalah tempat dengan daya tarik yang terdiri atas wahana permainan seperti wahana lintas-gunung (roller coaster) dan balap air. Taman hiburan atau taman untuk sering di kunjungi oleh wisata.

Taman Kota

Informasi Kunjungan:

Taman lipuran/hiburan atau taman bermain adalah tempat dengan daya tarik yang terdiri atas wahana permainan seperti wahana lintas-gunung dan balap air. Biasanya taman hiburan memiliki pilihan sejumlah jenis wahana permainan yang berbeda, bersama dengan toko, restoran, dan gerai hiburan lainnya.

Kabupaten Dompu adalah salah satu kota terpencil dan memiliki keanekaragaman berbagai wisata dan memiliki taman kota dan taman hiburan, taman kota yang berada sangat dekat dengan pusat kota yang bersebelahan dengan kantor Bupati Dompu.

Taman Kota ini sangat diminati para remaja dan orang-orang dewasa bahkan orang tua pun sering berkunjung di taman kota ini dan taman kota tersebut menjadi salah satu taman yang sering dikunjungi setiap sore dan malamnya, apabila pada saat malam minggu tiba banyak sekali pemuda pemudi datan ke taman kota tersebut untuk menikmati keindahan malam yang ada pada pusat kota dan menikmati hidangan dan makanan yang ada di taman kota.

Taman kota adalah salah satu tempat vaforit para pemuda yang sedang jatuh cinta pada pasangannya, disekitaran taman kota aada beberapa penginapan apabila pengunjung ingin bermalam disana dan penginapan tersebut adalah, Tursina Hotel, Hotel Anisa dan tempat karokean yang ada pada taman kota yang berdekatan dengan pusat kota dompu.

Apabila anda datang berkujung ketaman kota dompu jangan lupa untuk membawa pasangan atau istri ataupun sanak saudara bahkan keluarga anda yang ingin berkunjung di taman kota.

Seni dan Budaya

      Situs dan Cadar Budaya Dompu adalah memiliki khas yang dimiliki oleh Kabupen Dompu yang sudah menjadi sejarah tersendiri bagi Kabupaten Dompu. Kabupaten Dompu adalah salah satu kota yang terkencil dipulau Sumbawa yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kota Dompu adalah kota yang penuh dengan tahayul dan mistis yang masih tersembunyi didalam kabupaten dompu dan masih dipercayai oleh masyarakat setempat dan dompu memiliki situs dan cadar budadya yang masih tersembunyi didalamnya. 

Suna Ra Ndoso/Khitanan

Kehidupan masyarakat Suku Bima (Mbojo) di Daerah Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu tidak terlepas dari hal budaya dan membudayakan tradisi serta upacara adat. Hal ini terlihat pada aktivitas serta acara-acara yang dilaksanakan oleh masyarakat secara turun-temurun, yakni dalam bentuk prosesi adat sunatan. Daerah Dompu dan Bima, istilah sunatan disebut Suna Ro Ndoso. Prosesi sunatan sering diadakan oleh masyarakat setempat. Masyarakat masih terus melakukan prosesi Suna Ro Ndoso. Masyarakat menganggap bahwa prosesi Suna Ro Ndoso merupakan salah satu ritual adat yang memiliki kekuatan tersendiri.

Tradisi dan upacara adat Suku Bima di Daerah Kecamatana Dompu, Kabupaten Dompu memegang peranan menentukan. Prosesi adat sudah mentradisi sejak Bima kuno terutama mewarisi tradisi Hindu di masa lampau.

Ketika Islam menjadi agama Kerajaan Bima, prosesi adat menjadi alat pemersatu bagi orang-orang yang tergabung dalam tradisi. Sebut saja prosesi sunatan, yang mempunyai nilai budaya yang luar biasa, kebudayaan yang sampai sekarang ini masih tetap dilestarikan adalah upacara adat dan tradisi Suna Ro Ndoso itu sendiri.

Suna Ro Ndoso merupakan bagian dari upacara daur hidup serta prosesi adat yang senantiasa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki budaya, bukan hanya sebagai ritual semata, melainkan juga karena tradisi yang sudah mendarah daging bagi para pelaku yang senantiasa memelihara adat tersebut. Suna Ro Ndoso sendiri merupakan hal yang tidak terpisahkan bagi seseorang untuk menuju kedewasaan dalam hal ini masyarakat Suku Bima yang berada di Daerah Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu karena menurut sebagian adat dan tradisi, hal yang menandakan seseorang akan menuju kedewasaan adalah harus dengan disunat. 

Compo Sampari atau penyematan keris merupakan salah satu Budaya masyarakat suku Mbojo di Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, kegiatan tersebut diperuntukkan bagi anak laki-laki yang akan dikhitan. Apabila anak laki-laki suku Mbojo sudah dikhitan maka tidak lama lagi akan memasuki usia remaja dan akan diberlakukan aturan atau norma yang berlaku di masyarakat sesuai syariat Islam. Oleh masyarakat suku Mbojo, compo sampari merupakan kebiasaan yang dilakukan secara turun-temurun sebagai simbol untuk mengajarkan nilai-nilai ksatria pada anak bahwa laki-laki harus kuat.

Memakai keris bagi kaum laki-laki suku Mbojo pada saat menjelang khitan atau sunat yakni dalam rangka menanamkan prilaku yang mencerminkan keperkasaan, keuletan dan keberanian.

Keris merupakan lambang harga diri bagi masyarakat Bima dan Dompu yang digunakan dalam aktivitas keseharian secara positif untuk menunjang segala pekerjaan. Prosesi Compo Sampari dilakukan oleh tokoh adat, pejabat pemerintahan, dan atau orang tua agar dapat diteladani kelak menjadi seorang  kstaria yang harus berani menantang segala cobaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dalam kehidupan bermasyarakat. 

Melakukan ritual Compo Sampari diawali dengan dzikir dan doa kemudian keris diarahkan mengelilingi tubuh anak yang dikhitan sebanyak tiga kali, atau tujuh kali, sambil bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw, lalu keris disematkan pada pinggang bagian kiri anak. Proses penyematan keris dilakukan dengan cara berdiri dan saling berhadapan antara anak yang dikhitan dengan orang yang akan menyematkan keris.  Usai menyematkan keris ditutup dengan shalawat Nabi dan “Maka”, yakni gerakan hentakan kaki ke bumi sambil mengacungkan keris.

         Dalam Suna Ra Ndoso dilakukapan pada saat pada anak laki-laki dan perempuan yang dinamakan Saraso bagi perempuan dan adat istiadat ini sudah dilakukan sejak jamn terdahulu yang menjadi nenek moyang mereka dan suna ra ndoso atau saraso ini biasanya disediakan berupa Soji Genda atau sesajen.

Tari Wura Bongi Monca

Tari Wura Bongi Monca adalah salah satu tarian selamat datang atau penyambutan tamu dari Bima, NTB. Tarian ini dilakukan oleh penari perempuan secara berkelompok dengan gerakan yang lemah lembut sambil menaburkan beras kuning sebagai simbol penghormatan dan harapan. Tari Wura Bongi Monca ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal dan masih sering dipentaskan di berbagai acara di daerah Bima, NTB. 

               Sejarah Tari Wura Bongi Monca

Menurut beberapa sumber yang ada, Tari Wura Bongi Monca ini merupakan salah satu tarian tradisional yang sudah ada dan berkembang pada masa Kesultanan Abdul Kahir Sirajuddin tahun 1640-1682. Tarian ini ditampilkan untuk menyambut kedatangan tamu istana yang sedang berkunjung. Dengan paras cantik dan gerak yang gemulai, para penari menyambut kedatangan tamu sambil menaburkan beras kuning sebagai simbol penghormatan dan harapan. Nama Tari Wura Bongi Monca sendiri diambil dari bahasa Bima yang berarti menabur beras kuning. Sehingga tarian ini dapat diartikan sebagai tari penabur beras kuning.

         Fungsi Dan Makna Tari Wura Bongi Monca

Seperti yang disampaikan di atas, tarian ini ditampilkan sebagai tarian penyambutan para tamu penting yang datang ke sana. Dalam tarian ini, para penari menari sambil menaburkan beras kuning sebagai tanda penghormatan dan harapan. Dalam tradisi Bima, beras kuning adalah lambang kesejahteraan dan mengandung makna-makna kehidupan di dalamnya. Selain itu bagi masyarakat Bima, tamu dianggap sebagai pembawa rejeki atau berkah, sehingga mereka menyambutnya dengan meriah sebagai tanda penghormatan, doa, dan rasa syukur.

                 Pengiring Tari Wura Bongi Monca

Dalam pertunjukan Tari Wura Bongi Monca ini, para penari menari seirama dengan musik pengiringnya sehingga menghasilkan gerakan yang indah. Musik pengiring tarian ini diantaranya seperti  gendang besar, gong, sarone dan tawa-tawa. Dalam mengiringi Tari Wura Bongi Monca ini, para pemusik biasanya memainkan irama yang terkesan lambat dipadukan dengan gerakan para penari.

                Kostum Tari Wura Bongi Monca

Dalam pertunjukannya, para penari dibalut dengan busana tata rias cantik khas Bima. Busana tersebut seperti baju asi pada bagian atas dan sarung songket pada bagian bawah. Pada bagian kepala, rambut digelung dan menggunakan bando atau hiasan bunga-bunga. Selain itu juga terdapat aksesoris seperti gelang dan kalung sebagai pemanis dan selendang yang digunakan untuk menari.

Tarian Wura Bongi Monca
Tari Wura Bongi Monca

                Pertunjukan Tari Wura Bongi Monca

Dalam pertunjukannya, Tari Wura Bongi Monca ini biasanya dimainkan secara berkelompok oleh 4 sampai 6 penari perempuan. Dengan senyum di wajah mereka, penari menari seirama dengan alunan musik pengiring. Gerakan dalam Tari Wura Bongi Monca ini didominasi oleh gerakan yang pelan. Sambil menari mereka menaburkan beras kuning ke arah tamu maupun sekitar panggung sebagai tanda penghormatan.

               Perkembangan Tari Wura Bongi Monca

Walaupu merupakan salah satu tarian klasik, Tari Wura Bongi Monca ini masih terus dilestarikan dan sering ditampilkan hingga sekarang. Berbagai pengembangan pun juga sudah dilakukan oleh para seniman disana baik dalam segi gerak, pengiring, kostum dan penyajian pertunjukan agar terlihat atraktif. Selain itu Tari Wura Bongi Monca ini juga masih sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu maupun festival budaya sebagai usaha melestarikan, serta memperkenalkan kepada masyarakat luas atau generasi muda akan kesenian dan tradisi yang ada di Bima, NTB.

BEKAS ISTANA RAJA DOMPU

Kabupaten Dompu merupakan salah satu kabupaten di daratan Pulau Sumbawa selain Kabupaten Sumbawa dibagian barat  dan Kabupaten Bima di sebelah timur. Wilayah Kabupaten Dompu terbentang dari Teluk Saleh di sebelah barat, Teluk Cempi di Selatan, Teluk Sanggar dan Perbukitan Doroboha di sebelah utara. Seluruh wilayah ini membentuk Kabupaten Dompu dengan luas wilayah sekitar 2.324,55 kilometer persegi. Dibandingkan dengan dua kabupaten lainnya yang terdapat di Pulau Sumbawa, wilayah Kabupaten Dompu ini relatif  lebih kecil. Walaupun memiliki wilayah yang relatif  kecil dibandingkan dua kabupaten lain di Pulau Sumbawa, namun keberadaan Kabupaten Dompu sebagai suatu wilayah tidak dapat dipandang sebelah mata, karena keberadaannya telah tercatat oleh bukti-bukti sejarah sejak berabad-abad lampau.

Kerajaan Dompu telah dikenal sejak Kerajaan Sriwijaya sampai dengan masa keemasan Kerajaan Majapahit. Pada masa-masa ini, khususnya pada masa keemasan Kerajaan Majapahit, Karajaan Dompu merupakan salah satu wilayah incaran Majapahit. Dengan demikian wilayah Dompu merupakan wilayah yang mapan dan mempunyai sumber daya alam bagus yang didukung dengan keberadaan wilayah vulkanis Gunung Tambora dan wilayah perairan yang cukup luas (Armini, 2007 : 224). 

Secara administratif bekas Istana Raja Dombu terletak di wilayah Kelurahan Karijawa, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Sedangkan secara astronomis terletak pada koordinat 50 L 0660343 UTM 9055729 dengan ketinggian mencapai 344 meter diatas permukaan laut dengan luas wilayah 223,27 km2.

Ketinggian tanah wilayah Kabupaten Dompu dikelompokan atas ketinggian 0–100 (diatas permukaan laut) yang mencapai 31,28% dari luas wilayah Kabupaten Dompu atau 72.705 Ha, ketinggian 100–5000 m.dpl dengan luas tortal sekitar 107.815 Ha atau mencapai 46,38 % Ketinggian 500 – 1000 m.dpl terdapat sekitar 34.150 Ha dan ketinggian diatas 1000 m.dpl terdapat disekitar Kecamatan Pekat, Kempo dan Kilo serta Gunung Tambora. Ketinggian tanah diatas 1000 diatas permukaan laut memiliki luas total sekitar 17.785 Ha. Sedangkan untuk Kecamatan Dompu dimana Bekas Istana Raja Dompu berada wilayah yang memiliki ketinggian 0-100 meter di atas permukaan laut seluas 4824.00 Ha, wilayah yang memiliki ketinggian 100-500 meter di atas permukaan laut seluas 14982.00Ha, wilayah yang memiliki ketinggian 500-1000 meter di atas permukaan laut seluas 4965 Ha dan wilayah yang memiliki ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut seluas 13 Ha.

Kemiringan tanah di Kabupaten Dompu diklasifikasikan menjadi 4 (empat) klasifikasi yaitu 0-2% seluas 42.167 Ha, 2-15% dengan total luas sekitar 71.229 Ha, kelerengan 15-40% memliki luas mencapai 87.796 Ha dan kemiringan di atas lebih dari 40% dengan luas total 31.262 ha. Wilayah Kecamatan Dompu sendiri memiliki  kemiringan dikisaran 0-2% seluas 4710 Ha, kemiringan dikisaran 2-15% seluas 3222 Ha, kemiringan dikisaran 15-40% seluas 9913 dan kemiringan wilayah yang melebihi 40% seluas 6939.

Secara umum jenis tanah yang ada di Kabupaten Dompu sebagian besar merupakan litosol kompleks, mediteran coklat, kompleks renzina dan litosol seluas 63.194 Ha atau sekitar 27,1% dari luas wilayah Kabupaten Dompu. Sedangkan jenis tanah yang memiliki luas paling sedikit adalah jenis tanah Regosol coklat dengan luas total sekitar 1.175 Ha atau sekitar 0,5 % dari luas wilayah Kabupaten Dompu.

Geologi merupakan kondisi suatu batuan yang menyusun suatu wilayah yang terbentuk pada masa lalu. Berdasarkan peta Geologi Indonesia kondisi geologi yang terdapat di Kabupaten Dompu terdiri atas beberapa jenis batuan, yang antara lain jenis batuan gunung api tua, batuan gunung api muda, batuan terobosan, batuan alluvium serta endapan, batuan gamping berlapis dan batuan tufa dasitan.

Keadaan iklim suatu wilayah dapat dilihat dari keadaan curah hujan, hari hujan, temperatur, kelembaban relatif, kecepatan angin, dan intensitas penyinaranmatahari. Sedangkan untuk menggambarkan kondisi iklim di suatu kawasantertentu yang areanya lebih sempit dapat dilihat dari keadaan curah hujan dan harihujan yang terjadi di kawasan tersebut. Sebagaimana daerah tropis lainnya, Kabupaten Dompu hanya mengenal dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim hujan rata–rata mulai Oktober sampai April. Pada bulan Oktober bersampai Maret angin bertiup dari barat daya ke timur laut dengan membawa hujan. Pada musím kemarau suhu udara relatif rendah yaitu 20-30°C pada siang hari dan 20°C pada malam hari.Kabupaten Dompu memiliki iklim yang bertipe D, E dan F. Kondisi suhu udara rata–rata bervariasi antara 22,5° – 31,4° C dengan suhu maksimum rata–rata 32,2° C dan minimum 21,2° C. Suhu udara maksimum terjadi pada jam 13.00 dan minimum pada jam 05.00 Wita. Kondisi lembab nisbi rata–rata selama periode survey pada siang hari dan malam hari berkisar antara 60% dan 95%. Kondisi tekanan udara rata–rata harian memiliki fluktuasi tekanan dua kali maksimum yaitu sekitar jam 09.00 dan 23.00, serta dua kali minimum yaitu sekitar jam 17.00 dan jam 04.00 waktu setempat. Tekanan udara rata–rata  antara 1009,4 mb – 1013,1 mb. Keadaan curah hujan, hari hujan di wilayah Kabupaten Dompu sangat erat kaitannya dengan fenomena El–Nino dan La-Nina. Keadaan curah hujan di Kabupaten Dompu menunjukan bahwa rata-rata curah hujan untuk Kecamatan Hu’u adalah 64 mm/bulan, Kecamatan Dompu 110 mm/bulan, Kecamatan Kempo 60 mm/bulan, Kecamatan Woja 85 mm/bulan Kecamatan Pekat 70 mm/bulan dan Kecamatan Kilo  64 mm/bulan.

Makam Sultan SYAMSUDDIN Dorompana

DOMPU—Makam Sultan Dompu yang pertama Sultan Syamsuddin yang berjaya ditahun 1545 silam lalu ditemukan dipuncak bukit Dorompana Kelurahan Kandai I Dompu. Posisinya dipinggiran utara kota Dompu, untuk mencapai makam harus melakukan pendakian dengan ketinggian antara 30-50 meter, dari atas bukti itu dapat disaksikan potret kota Dompu serta hamparan alam yang indah.

Rabu 12/9 keturunan Sultan Dompu yang terakhir, Sultan Tajul Arifin meresmikan makam dimaksud. Diantara keturunan dan anak dari Sultan Tajul Arifin yang hadir adalah Drs Syaiful Islam, Kaharul Zaman SH dan beberapa cucunya. Ada juga Drs Sayuti Melik, Drs Syafrin AM. Sedangkan dari pemerintah hadir Kadis Pariwisata Kabupaten Dompu Ir Syarifuddin, Wakil Ketua DPRD Dompu Iwan Kurniawan SE serta tokoh masyarakat dan puluhan warga setempat.

Peresmian ditandai doa bersama yang dipimpin oleh Budi S dan Mbah Encang dari Tarekat Qadariyah Semarang. Merekalah pihak yang intens menelurusi dan menemukan kuburan Sultan sesuai dengan petunjuk yang mereka miliki.

Sumber: https://www.dompubicara.com/2012/09/ditemukan-makam-sultan-dompu-pertama

Syaiful Islam dan Kaharul Zaman dalam sambutanya menyatakan terima kasih atas ditemukan dan diresmikan makam leluhur mereka, selain menjadi menjadi Sultan yang pertama dan raja Dompu yang ke IX Sultan Syamsuddin adalah raja pertama yang membawa syiar Islam di Bumi Nggahi Rawi Pahu.

Karena itu Sultan ini bergelar Sultan Mawa’a Bata dengan memperkenalkan masyarakatnya tentang Islam. Syaiful Islam tidak ingin makam leluhurnya dikultuskan, tetapi paling tidak masyarakat Dompu dapat menggali kembali sejarah panjang perdabapan negeri Dompu. Dia meyakini pada jamanya Dompu pernah berjaya dan dikenal di Nusantara, tidak heran kerajaan Majapahit menyebut kerajaan Dompu (Dompu,red) adalah salah satu kerajaan yang harus dikuasai.

Syaiful Islam menitip pesan pada pemerintah daerah agar dapat memperhatikan makam tersebut, sehingga menjadi asset yang berharga bagi masa depan. Mantan anggota DPRD Propinsi NTB menegaskan memperhatikan makam Sultan adalah salah satu cara dalam menghargai sejarah dan budaya, dengan demikian menghargai sejarah dan budaya akan mendorong percepatan kemajuan disuatu daerah.

Sementara Kadis Pariwisata Dompu Ir Syarifuddin berjanji akan memperhatikan makam dimaksud. Dia juga berharap agar makam itu menjadi asset yang dimiliki daerah dan menjadi salah satu potensi obyek wisata budaya yang akan dikunjungi. Wakil ketua DPRD Dompu Iwan Kurniawan SE sangat mengapresiasi atas temuan makam Sultan Dompu yang pertama. Karenanya pemerintah daerah harus dapat memelihara makam itu untuk dijadikan asset yang berharga dan menjadi kebanggaan peradaban Dompu dimasa lampau.

Sebagaimana diketahui Sultan Dompu yang pertama Sultan Syamsuddin menjadi kebanggaan keturunan dan masyarakat di Bumi Nggahi Rawi Pahu. Karena itu pada saat penetapan hari jadi Dompu diera kepempinan Bupati H Abubakar Ahmad SH terjadi perdebatan yang panjang, umumnya keturunan bangsawan Dompu menginginkan sejarah Dompu dimulai dari 24 september 1545 bertepatan dengan dilantiknya Sultan Syamsuddin sebagai raja yang memerintah.

Tetapi karena kuatnya pertentangan dikalangan tokoh budaya dan masyarakat didaerah maka diambil jalan tengah bertepatan dengan meletusnya gunung Tambora 11 april 1815 sebagai hari kebangkitan Dompu yang baru setelah beberapa kerajaan lenyap ditelan bumi akibat dihantam letusan dahsyad gunung Tambora.

Karena itu tokoh muda dan LSM Akhdiyansyah, Yongki, S.Hi menganggap bahwa penetapan hari jadi Dompu 11 april 1815 adalah kecelakaan sejarah yang perlu diluruskan. Dompu menurut Yongki memiliki peradaban yang sangat lama, karena itu ada kewajiban bagi generasi sekarang untuk meluruskan sejarah dimaksud. 

Makam Sultan Syamsuddin. Sultan Pertama Dompu pada Tahun 1545 M

Makam SULTAN SYAMSUDDIN (Sultan Dompu Pertama – 1545 M) dan situs Dorompana yang berlokasi di Kel. Kandai Satu Kec. Dompu Kabupaten Dompu, situs makam sultan dompu pertama kini menjadi tempat destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh orang-orang yang ingin datang melihat makam sultan dompu pertama yang ada di kelurahan kandai satu dorompana.

Siapa saja bisa datang dan berkunjung untuk mendo’akan sultan domppu pertama yang dimakamkan di bukit dorompana atau di sebut dengan Bukit Sultan. Situs makam sultan dompu pertama ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dikarenakan pemandagan yag sangat indah dan bagus apalagi bisa melihat semua kota dompu dari bukit sultan dorompana ini dan disini tidak diberlakukan untuk kaum hawa menginjak makam sultan Syamsuddin ketika halangan (Keadaan Haid).

Foto Bukit Sultan

Gunung Dan Air Terjun

Kabupaten Dompu memiliki aset wisata yang tidak disamakan dengan aset wisata lain, kabupaten dompu memiliki ciri khas dalam mengembangkan potensi wisata daerah mulai dari wisata alam, wisata penggunungan dan wisata salah satunya adalah wisata air terjun panca saneo.

Air Terjun Panca Saneo

Air Terjun Panca Saneo tergolong daya tarik wisata baru yang terdapat di Kabupaten Dompu. Air Terjun yang terletak di Desa Saneo, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu dapat di tempuh lebih kurang 2 jam dari pusat Kota Dompu. Air Terjun Panca Saneo memiliki ketinggian sekitar 75 meter dan menjadi salah satu air terjun tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan ketinggian kurang lebih 32 meter. Akses transportasi menuju lokasi hanya dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor karena akses jalan menuju lokasi masih rusak. Setelah sampai desa saneo, para pengunjung hanya membayar karcis parkir motor sebesar Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah) dan dilanjutkan jalan kaki menuju lokasi Air Terjun Panca Saneo. Aktifitas yang dapat dilkukan oleh pengunjung di daya tarik wisata Air Terjun Panca Saneo yaitu berenang dan traking.

 Kamu harus tahu ya Guys, kalo pada akhir pekan air terjun ini ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik dari Dompu mapun dari luar Dompu. Soalnya suasana yang ada di sekitar air terjun masih sangat alami dan kondisi air yang ada di lokasi air terjun juga sangat jernih dan bening. Hawa sejuk yang tercipta di sekitar lokasi air terjun disebabkan karena air terjun ini berada di tengah hutan.

kamu merupakan warga asli Dompu, maka sangat disarankan untuk mengunjungi air terjun ini bersama dengan teman-teman, karena kamu bisa bermain dan berpetualang di lokasi air terjun bersama dengan sahabat kamu.

Air Terjun Panca Saneo

Jika kamu ingin menuju ke lokasi Air Terjun Panca Saneo, maka akan dibutuhkan tenaga yang ekstra. Karena untuk menuju ke lokasi kamu harus melewati Jurang Lebah. Air terjun ini juga terkenal dengan jalur yang sangat ekstrim, sehingga beberapa orang yang mengunjungi air terjun akan diuji keberaniannya.

Air terjun ini juga memiliki julukan sebagai air terjun yang memacu adrenalin karena setiap orang yang hendak menikmati keindahan air terjun akan melakukan petualangan di hutan rimba untuk sampai ke lokasi air terjun.

Sumber: Instagram @anggi_wahyusaputra

Jika kamu menggunakan sepeda motor, maka kamu harus menempuh jarak yang cukup jauh dan memakan waktu kurang lebih 3 jam. Kamu akan melewati hutan rimbun yang masih alami, lalu kamu harus berjalan kaki melalui jalan setapak dengan tingkat kemiringan dan jalan yang sedikit terjal.

Setelah melalui jalan setapak kamu harus menuruni jurang yang terjal dengan ketinggian hingga 10 meter. Nah, jurang ini yang dinamakan dengan jurang lebah Gaes. Untuk dapat menuruni jurang ini, setiap pengunjung harus menggunakan akar pohon dan batang pohon yang dipasang, kamu harus berhati-hati karena jurang ini cukup berbahaya untuk dilewati.

Sangat disayangkan sekali karena air terjun yang memiliki pesona keindahan ini tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat. Bahkan warga desa setempat juga tidak mengelola tempat wisata ini dengan baik, sehingga tidak terdapat fasilitas apapun di air terjun ini.

Padahal Desa Saneo merupakan salah satu desa di Kabupaten Dompu yang termasuk ke dalam desa wisata. Dan ternyata Desa Dompu juga telah masuk ke dalam 99 daftar desa wisata. Daftar desa wisata ini ada di dalam Peraturan Gubernur NTB 2019. 

Sepanjang jalan kawasan wisata air terjun panca saneo tidak memiliki aset perjalan dan tidak meiliki penginapan sepanjang kawasan wisata dan air terjun panca saneo juga berada di dsa terpencil berkemungkinan tidak meiliki tempat-tempat penginapan ataupun tempat restauran. Air Terjun Panca Saneo sangat direkomendasikan bagi para pecinta alam yang memiliki jiwa petualang yang tinggi, karena untuk mencapai ke lokasi air terjun kamu harus sudah berpengalaman dalam menempuh medan yang sulit.

Sangat tidak disarankan untuk membawa anak kecil di bawah 15 tahun, karena medan yang akan ditempuh sangat sulit dan anak kecil akan sangat berbahaya jika melalui medan yang sulit untuk menuju ke lokasi air terjun. Kamu juga harus memperhatikan waktu berkunjung, sebaiknya kamu berkunjung di bawah jam 5 sore karena jika kamu berkunjung di atas jam 5 sore, maka akan sangat berbahaya. Medan yang ditempuh akan sangat berbahaya jika dilalui pada waktu hari mulai larut malam. Selain itu air terjun yang sangat indah ini juga tidak akan terlihat keindahannya pada malam hari karena sekitar lokasi tidak ada penerangan.

Air Terjun Panca Saneo memang memiliki pesona keindahan karena air terjun ini merupakan air terjun tertinggi di Nusa Tenggara Barat. Bagi kamu yang suka tantangan, maka air terjun ini cocok buat kamu dan sepanjang kawasan wisata tidak memiliki fasilitas penginapan dan restoran.

Air Terjun Tebu Ijo

Kadindi di suguhkan dengan alam yang subur dan sejuta tempat wisata yang menawarkan sejuta keindahan. Potensi Kecamatan Pekat dari segi Alam tidak bisa diragukan baik dalam segi kekayaan alam maupun kekayaan tempat wisata.

Kadindi berada di salah satu lereng Gunung Tambora dan Lereng Gunung Kadindi yang sangat subur, tempat wisata yang saat ini menjadi primadona masyarakat Kadindi adalah Air Terjun Tebu Ijo yang berada di Desa Kadindi Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.

Sumber: facebook Mastter Erick Klicers (tiga’satu)

Informasi Kunjungan:

Kadindi, Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Bar. 84261

  • Ke Arah Selatan 700 M
  • Belok Kanan 110 M
  • Belok Kiri 300 m
  • Belok Kanan 34 M
  • Belok Kanan 280 M
  • Teruskan ke Jl. Datuk Anggrat 750 M
  • Belok Kanan 210 M
  • Belok Kiri 1,1 KM

Kadindi di suguhkan dengan alam yang subur dan sejuta tempat wisata yang menawarkan sejuta keindahan. Potensi Kecamatan Pekat dari segi Alam tidak bisa diragukan baik dalam segi kekayaan alam maupun kekayaan tempat wisata.

Kadindi berada di salah satu lereng Gunung Tambora dan Lereng Gunung Kadindi yang sangat subur, tempat wisata yang saat ini menjadi primadona masyarakat Kadindi adalah Air Terjun Tebu Ijo yang berada di Desa Kadindi Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu.

Wisata Air Terjun Tebu Ijo sangat menarik apalagi menjadi Spot tempat berfoto, keindahan alam membuat ketagihan bagi pengunjung untuk bersua foto, terlebih dengan keindahan tebing di sekitaran Air Terjun membuat menarik untuk mengabadikan foto. 

Bagi yang ingin menikmati Air Terjun Tebu Ijo saat ini belum ada karcis dan tentunya akan ketagihan berkunjung, karena tempat ini masih baru-baru dibuka tentunya masih sangat indah.

Memang Air Terjun Tebu Ijo ini sangat bagus, selain tempat bersua foto, bisa sebagai tepat Panjat Tebing dan mandi menikmati dinginnya Air Terjun tersebut. (rum)

Tentang Air Terjun Tebu Ijo

Gunung Tambora

Gunung Tambora adalah sebuah gunung berapi kerucut aktif yang terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Gunung ini terletak di dua kabupaten yaitu Kabupaten Dompu yang mencakup lereng bagian barat dan selatan serta Kabupaten Bima yang mencakup lereng bagian timur dan utara.

Gunung Tambora Wikipedia Bahasa Indonesia, enksiklipedia bebas.

Gunung Tambora atau dikenal nama lainnya yaitu Tomboro, merupakan satu satu gunung berapi aktif yang terletak di dua kabupaten di pulau sumbawa yaitu Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Sebelum Meletus pada tahun 1815, gunung tambora memiliki ketinggian 4.300 mdpl yang membuat gunung ini menjadi salah satu gunung tertinggi di Indonesia. Setelah meletus pada bulan April tahun 1815, kini ketinggian gunung tambora berkurang yaitu 2.850 mdpl dan membentuk kaldera terbesar di Indonesia dengan luas 1.950 meter. 

Puncak Tambora

Foto Tentang Gunung Tambora

Terdapat dua jalur pendakian untuk mencapai keldera gunung tambora, rute pertama dimulai dari desa Doro Mboha yang terletak disisi tenggara gunung tambora. Rute kedua yaitu dimulai dari desa Pancasila disisi barat laut gunung tambora. Untuk mencapai lokasi Doro Mboha dan desa Pancasila membutuhkan waktu 2 jam perjalanan dari pusat kota Dompu dan 3 jam perjalanan dari pusat Kota Bima dengan menggunakan bermotor dan mobil. 

Maaf, kami tidak dapat menghitung rute dari “Gn. Tambora, Kawinda Toi, Tambora, Bima, Nusa Tenggara Bar.” sampai “Dompu, Kandai Dua, Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Bar.”

Aktivitas wisata yang dapat dinikmati oleh pengunjung ketika mengunjungi gunung tambora yaitu pendakian gunung tambora, menikmati hamparan padang savanna doro ncanga serta menikmati festival Tambora Menyapa Dunia yang diselenggarakan pada bulan April setiap tahunnya. Tujuan dari terselenggaranya event Tambora Menyapa Dunia yaitu untuk memperingati letusan gunung tambora pada tahun 1815. Gunung tambora ini adalah salah satu gunung yang tervaforit di Dompu dan dijadikan sebagai tempat wisata yang sering dikunjungi oleh parawisatawan yang mulai dari wisata lokal maupun luar lokal bahkan gunung tambora ini dapat mengundang wisatawan hingga mancanegara untuk datang melakukan pendakian gunung tambora dan gunung tambora ini sering di daki pada saat hari 17 agustus dan pada saat penggantian tahun baru yang membuat para wisatawan berbondong-bondong datang untuk melakuan pendakian bertujuang untuk merayakan kebersamaan diatas gunung tambora tersebut.

Dalam wisata gunung tambora ini banyak sekali wisatawan hingga mancanegara yang berdatang ke dompu untuk melakukan pendakian gunung tambora dan sepanjang jalan kawasan wisat tidak meiliki asep seperti penginapan dan restoran yang mewah hanya ada warung makan sederhana dan kios-kios saja.

Bendungan Mila 

Rababaka komplek mempunyai potensi lahan irigasi yang cukup lluas (2.250 Ha), akan tetapi potensi inflow DAS Tanju relatif kecil dan tidak sebanbing dengan luas lahan yang ada. DAS Rababaka memiliki potensi air yang cukup besar sementara lahan air yang cukup besar sementara lahan irigasi yang ada relatif terbatas.

Bendungan Mila adalah salah satu bendungan yang menjadi daya tarik wisata bagi para wisatawan dikarenakan bendungan mila ini baru dibangun pada tahun 2017 dan di resmikan pada tahun 2019. Bendungan Mila ini yang paling terbesar di kabupaten dompu dari bendungan yang ada dikarenakan kedalamannya yang dalam dan tinggi makanya dikatakan sebagai bendungan mila yang terbesar.

Bendungan Mila ini sering di kunjungi pada sore hari oleh orang-orang yang ingin datang berfoto dan bernongkron bahkan datang untuk bersantai.

Bendungan Mila ini sering disebut dengan DAM MILA memiliki ddaya tarik wisata tersendirinya dikarenakan airnya yang dingin dan sejuk apa lagi ditambah dengan pemandangan yang indah pada saat musim jagung.

Bendungan Mila ini sering di datangi oleh pengunjung tiap harinya dikarenakan pada sore hari atau setelah hujang banyak wisatawan yang datang berkunjung untuk datang berfoto dan mengaksikan sunset sore hari dan DAM mila ini banyak sekali orang orang-orang yang berkedatangan untuk memancing ikan disini dan wisatawan juga tidak hanya menikmati pemandangan saja tetapi juga wisatawan bisa mengewa perahu untuk meliihat sekitar bendungan mila dan di bendungan mila bisa melakukan aktivitas lainnya seperti mandi ditempat bendungan dan tidak dijinkan untuk mengotori tempat wisata dan ddilarang kerasa untuk membom ikan diitempat wisata ini ataupun meracuni ikan disini.

    Bagi kamu yang ingin berkunjung ke bendungan mila ini bisa mengediakan bekal dari rumah dan bisa duduk santai-santai sambil memandangi pemandangan yang ada disekitar bendungan mila sekitar dan datnglah pada saat musim penanaman jagung agar sejuk dan indah seperti yang anda harapkan dan cocok membawa anak atau bisa datang berpasangan.

Bendungan Mila Sumber dari website BWS

Foto Tentang Bendungan Mila

Informasi Kunjungan:


Pulau Satonda

Pulau Satonda adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Pulau ini terletak di lepas pantai utara Pulau Sumbawa. Pulau ini masuk dalam wilayah Kabupaten Dompu, 3 kilometer dari Selat Sanggar di Laut Flores dan secara administratif berada di wilayah Desa Nangamiro di Kecamatan Pekat.

Pulau satonda merupakan salah satu pulau yang terletak di Kabupaten Dompu yang memiliki potensi daya tarik wisata yang indah. Pulau ini masuk dalam wilayah Kabupaten Dompu, 3 kilometer dari Selat Sanggar di Laut Flores dan secara administratif berada di wilayah Desa Nangamiro di Kecamatan Pekat. Pulau Satonda dan perairan sekitarnya memeiliki luas 2.600 hektare yang terdiri dari daratan (453,70 hektare) dan luas perairan (2.146,30 hektare). Pulau Satonda terbentuk dari letusan Gunung Satonda ribuan tahun yang lalu. Gunung berapi Satonda konon berusia lebih tua dari pada Gunung Tambora, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari pulau ini. Pulau Satonda memiliki terumbu karang alami yang luas di perairan sekitarnya dan ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Laut (TWAL) pada tahun 1999 oleh Kementerian Kehutanan Indonesia. Pulau ini diusulkan untuk menjadi bagian dari Taman Nasional Moyo Satonda bersama dengan Pulau Moyo di dekatnya.

Informasi Kunjungan:

Pulau Satonda. Sumber: Google 

        Terdapat danau di tengah pulau yang memiliki luas 335 hektare dan kedalaman 86 meter. Penelitian oleh dua ilmuwan Eropa bernama Stephan Kempe dan Josef Kazmierczak selama tahun 1984, 1989, dan 1996 menemukan air Danau Satonda asin dengan tingkat kebasaan jauh lebih tinggi daripada air laut biasa. Mereka bersama-sama menyimpulkan bahwa cekungan Satonda terbentuk dari kawah yang berusia lebih dari sepuluh ribu tahun, (kementerian lingkungan hidup dan kehutanan RI, 2015).

Namun, Satonda juga merupakan bagian dari Geopark Tambora. Menurut General Manager Geopark Tambora Ridwan Syah, Satonda merupakan pulau unik. Melengkapi sisi histori letusan gunung Tambora yang mengguncang dunia pada tahun 1815.

Dari hasil penelitian, Danau Satonda adalah fenomena langka, “Karena airnya yang sangat asin dengan tingkat kebasaan (alkalinitas) sangat tinggi dibandingkan air laut pada umumnya,” ujarnya.

Di pinggir danau terdapat sebuah pohon yang tidak diketahui asal usulnya. Pada pohon itu, terdapat banyak batu-batu bergantungan diikat menggunakan tali. Disebut sebagai pohon harapan karena yang menggantungkannya memiliki harapan cita-citanya terwujud.

Untuk mencapai Pulau Satonda dari daratan, penyeberangan bisa dari Labuan Kenanga. Dengan lama perjalanan sekitar 15 menit. Khairul Insan mengatakan pilihan rute tersebut lebih baik, karena antara dermaga Labuan Kenanga dan Satonda saling berhadapan — jika dibandingkan dengan pelabuhan Calabahi – Satonda yang juga sama sekitar 15 menit. Dari Dompu, dua pelabuhan itu berjarak sekitar 2,5 jam dari Kota Dompu.

Ketua Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI) Heryadi Rachmat menyebutkan bahwa pulau vulkanik Satonda dan wilayah perairannya mempunyai nilai ilmiah, serta ekosistem gunung api yang unik dan eksotik.

Keunikan dan nilai ekosistemnya tersebut, ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Luat (TWAL) Pulau Satonda berdasarkan SK. Menteri Kehutanan Nomor : 22/Kpts-VI/1998 tanggal 7 Januari 1998, dengan luasan 2.600 Ha, yang terdiri dari daratan (453,70 Ha) dan luas perairan (2146,3 Ha).

Satonda merupakan sebuah pulau vulkanik yang terletak di Laut Flores, 3 km dari semenanjung Sanggar atau 30 km dari Gunung Tambora. Menurut berbagai penelitian, Pulau Satonda sebenarnya adalah sebuah pulau vulkanik (gunung berapi) yang timbul dari kedalaman 1.000 meter.

Letusan gunung purba Satonda meninggalkan jejak pulau, seluas 6 kilometer persegi dan membentuk danau seluas 4 kilometer persegi. Danau itu dikelilingi oleh tebing dan bukit yang mencapai ketinggian 300 meter dpl. Tebing sebelah timur terjal dan berbatu sehingga tidak dapat ditumbuhi tumbuh-tumbuhan.

Pada awalnya, air di dalam danau adalah air tawar (fresh water). Tapi tsunami akibat dari letusan Gunungapi Tambora 15 April 1815, membuat air laut masuk ke dalam Danau Satonda. Volume air laut yang besar dan terperangkap ke dalam danau mengubah Danau Satonda menjadi danau air asin, “Jadi bukan karena adanya terowongan di bawah permukaan danau yang selama ini diperkirakan oleh kebanyakan orang,” ucap Heryadi Rachmat kepada TEMPO.

Ia pun menyebutkan adanya stromatolit di dalam danau tersebut. Ini sebagai satu dari lima titik stromatolit di dunia. Lainnya ada di Amerika Serikat, dua di Eropa dan satunya lagi Australia Barat. Stromatolit adalah mahluk yang  hidup yang menghasilkan oksigen yang paling banyak. ”Merupakan mahluk purba pertama yang menghasilkan oksigen,” katanya.

Pantai

Dompu merupakan salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Barat yang memiliki keindahan alam tersendiri. Gunung Tambora dengan keunikannya menjadi ikon daerah ini. Masih ada banyak destinasi wisata yang unik dan menantang selain Gunung Tambora. Berikut ini pilihan destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi ketika berada di Pulau Sumbawa atau Kabupaten Dompu.

Pantai Lakey Beach

Informasi Kunjungan:

Pantai Lakey menjadi salah satu primadona di kalangan peselancar dunia. Sebab, ombak di pantai ini dianggap bersahabat untuk berselancar. Bahkan kerap dijadikan tempat untuk kompetisi selancar internasional. Bagi kamu yang tidak hobi olahraga air pun bisa bersantai sambil menikmati keindahan lautnya.

Pantai yang tersohor sebagai salah satu kawasan surfing terbaik dan unik di dunia. Apa yang unik? Ombaknya ternyata memiliki arah sapuan ke kiri bukan ke kanan sebagaimana umumnya. Keunikan ini juga nyatanya telah digenapi dengan keindahan pantai yang sudah menjadi buah bibir terutama di kalangan penggila surfing. Salin itu, angin laut yang terbilang kencang di kawasan ini juga mendukung kegiatan surfing, wind surfing, atau kite surfing.

Pantai Lakey memiliki ombak yang terbilang stabil sepanjang tahun (tak terpengaruh musim) dan karenanya beberapa kali menjadi lokasi diadakannya kompetisi selancar tingkat dunia. Puluhan peserta kompetisi ini biasanya datang dari berbagai belahan dunia dan juga Indonesia. Keunggulan wisata pantai yang ditawarkan oleh Pantai Lakey sebenarnya sudah dapat terlihat di pusat Kota Dompu, ditandai dengan adanya patung orang yang tengah berselancar. 

Bagi penggila selancar (surfing), ombak besar dan tinggi memang sangat dicari tetapi ombak di Pantai Lakey yang tidak terlalu tinggi (berkisar 6-8 meter saja) justru jadi menantang ketika harus ditaklukkan dengan arah ombak kidal yang membutuhkan keahlian khusus. Wisatawan mancanegara sengaja datang jauh-jauh ke pantai di Selatan Pulau Sumbawa ini untuk menjajal keahlian berselancarnya.

Dari pesisir pantainya yang berpasir putih, pemandangan lepas Pantai Lakey didominasi birunya hamparan air laut sebiru langit yang menaunginya. Suara debur ombak yang memecah menjadi media bagi para peselancar untuk menjajal kemampuannya. Jangankan untuk beratraksi di atas papannya, untuk melihat ketetampilan para peselancar ini saja sudah cukup menyenangkan.

Pantai Wadu Jao

Foto Terbaru Pantai Wadu Jao

Informasi Kunjungan:

Pantai Wadu Jao yang dalam bahasa lokal berarti pantai dengan bebatuan berwarna hijau. Seperti namanya, pantai ini memiliki ciri khas yang unik yakni memiliki bertaburan bebatuan atau karang hijau yang tersebar hampir di  sebagian wilayah pesisir pantainya.

Terletak di Desa Jambu, Kecamatan Pajo, Dompu, Nusa Tenggara Barat, pantai ini masuk kawasan bagian utara Teluk Cempi. Untuk menuju ke tempat ini, bisa ditempuh menggunakan mobil atau motor dalam waktu kurang lebih 20 menit dari Dompu. 

Pantai Wadu Jao memadukan warna hijau bebatuan dengan butiran halus pasir pantai berwarna putih, di bagian paling barat anda bisa menikmati pemandangan pegunungan yang elok. 

Letaknya strategis, berada di antara Pantai Felo Janga, pantai yang memiliki dermaga serta berdampingan dengan rumah-rumah penduduk desa di sekitarnya. 

Dengan keunikan serta keindahan bebatuan hijau yang menjadi ciri khas, Pantai Wadu Jao menjadi salah satu tempat favorit wisatawan lokal. Hal ini terbukti dengan banyaknya pengunjung yang memadati pantai di akhir pekan.

Lokasi pantai ini bisa dibilang terpencil dan jauh dari rumah penduduk, sehingga tidak salah jika tempat ini masih terjaga keasriannya. Pengunjung harus melewati jalan berbatu dan persawahan warga dari jalan utama desa. Namun, jangan khawatir, tersedia pondok-pondok kecil yang sengaja dibangun sebagai tempat istirahat pengunjung.

Selain wisatawan, pantai ini juga menjadi salah satu lokasi untuk mancing ikan bagi para pemancing lokal. Setiap sore selalu terlihat beberapa orang datang dengan motor atau mobil dan berjalan membawa alat pancing menuju ke tempat strategis di berbagai sisi pantai.

Pantai Ria

Informasi Kunjungan:

Pantai Ria yang terletak di ujung selatan Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu merupakan destinasi dengan pemandangan indah di dalamnya. Hal ini terlihat dari pasirnya yang berwarna putih ditambah dengan batu-batu kecil dan biasanya digunakan pengunjung untuk duduk-duduk manis di pinggir pantai.

Pantai Ria di Desa Riwo Kec. Woja Kab. Dompu, menyuguhkan kenikmatan lautan luas, pasir yang putih, bebatuan, berendam di dalam air laut yang akan membuat badan kamu terasa lebih segar dan bugar dengan dikelilingi oleh pemandangan alam yang asri serta udara yang sejuk.

Lokasi Pantai Ria hanya berjarak sekitar 1 KM. dari jalan raya, membuat tempat wisata tersebut bisa kamu kunjungi sekaligus dalam satu hari. Karena tempatnya hanya berada di daratan.

Bebatuan di pinggir Pantai Ria, berasal dari rembesan air tawar pada zaman dahulu, yang telah menyatu dan membentuk bebatuan dan ada yang berlubang di sekitar bibir Pantai Ria Sunset dan Sunrise yang bikin anda kece dan baper, pasir nya yang putih, ombak indah, bebatuan yang banyak dan banyak spot alam di dalamnya.

Semakin menarik ketika duduk di atas barugak yang ada sepanjang pantai. Pengunjung bisa melihat langsung gemercik gelombang dan hembusan angin. Lokasi Pantai Ria hanya berjarak sekitar 1 KM. dari jalan raya, membuat tempat wisata tersebut bisa kamu kunjungi sekaligus dalam satu hari. Karena tempatnya hanya berada di daratan.

Bebatuan di pinggir Pantai Ria, berasal dari rembesan air tawar pada zaman dahulu, yang telah menyatu dan membentuk bebatuan dan ada yang berlubang di sekitar bibir Pantai Ria Sunset dan Sunrise yang bikin anda kece dan baper, pasir nya yang putih, ombak indah, bebatuan yang banyak dan banyak spot alam di dalamnya.

Semakin menarik ketika duduk di atas barugak yang ada sepanjang pantai. Pengunjung bisa melihat langsung gemercik gelombang dan hembusan angin. Hanya saja, Pantai Ria masih butuh polesan dengan menambah jumlah  bangunan toilet  serta ketersediaan air bersih. Panggung hiburan juga perlu ditata dengan baik, agar terlihat indah.

Saat ini sepanjang perjalanan menuju Pantai Ria, tidak lagi disambut hijaunya gunung dan semilir angin sejuk. Tapi terasa panas karena gunung yang ada disekitarnya sudah gundul. Begitu juga dengan mata air yang dulu tetap mengalir kini tidak terlihat lagi. Teriknya matahari sepanjang perjalanan ke pantai Ria, yang sedikit mengurangi jumlah warga yang berkunjung dan akan terlihat hijau kembali ketika musim tanam jagung. Namun, keindahan itu tidak akan ada artinya bila tidak dipoles dengan menambah berbagai fasilitas pendukung.

Pantai Felo Janga 

Informasi Kunjungan:

Selain Wadu Jao (Batu Hijau) ternyata di Desa Jambu Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu juga terdapat destinasi wisata yang eksotik dan romantic bernama pantai Felo Janga. 

Destinasi wisata dengan nama unik ini , yang menyuguhkan panorama alam dengan bentangan pasir putih tersebut, juga menjadi tempat berselancar wisatawan lokal dan asing.

Namun sayangnya pengelolaan dan penataan pantai ini belum maksimal dilakukan bahkan luput dari perhatian Pemerintah Daerah. Hal ini terlihat banyaknya berserakan sampah rumah tangga.

Felo Janga sebagai tempat wisata untuk membantu pemerintah dan ekonomi masyrakat, harus kita jaga dan rawat bersama, Keindahan destinasi Felo Janga, tidak hanya berupa bukitnya yang menyerupai ayam, lebih dari itu memiliki pantai dengan hamparan pasir putih yang kekuning-kuningan, didukung air yang jernih dan pada cuaca tertentu memunculkan gelombang yang ekstrem.

Untuk menjangkau bukit Felo Janga memang harus menggunakan perahu kira-kira beberapa menit lamanya, tapi pantai yang terhampar dipinggirnya warga lokal biasa menyebutnya sebagai pantai Felo Janga.

Secara harafiah, Felo Janga berarti Jengger Ayam. Nama itu memang sangat berhubungan dengan bentuk bukit yang menyerupai seekor ayam lengkap dengan jenggernya. Dulu sebelum pantai ini dikenal hanya dipakai sebagai ajang mancing karena terkenal banyak ikanya.

Belum diketahui secara pasti sejak kapan dan siapa yang memberi nama pantai ‘Felo Janga’ ini. Tapi yang pasti label pantai dengan bahasa daerah ‘Felo Janga’ ada hununganya dengan gundukan bukit yang terletak agak ketengah laut di bibir pantai.

Dermaga Calabai

Informasi Kunjungan:

Dermaga Calabai adalah salah satu pantai yang sering dikunjungi pada sore hari ketika matari mulai terbenam, tidak hanya pemuda pemudi ataupun remaja yang berkunjung disana bahkan orang dewasa pun datang ketempat dermaga tersebut mengaksikan terbenamnya matari disore hari. 

Dermaga Calabai ini berlokasi di Desa Calabai Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu pantai ini sangat ramai dikunjungi oleh para wisatawan dan datang berfoto didermaga ketika sore hari menjelang malam dan tidak hanya keindahan lautnya saja tetapi pada saat sunsetnya membuat para wisatawan berburu untuk berfoto bersama. 

Banyak wisatawan yang masih penasaran dengan suset yang ada di Dermaga Calabai dikarenakan Dermaga Calabai ini mengundang wisatawan dari wisata loka hingga para turispun bermampir di Pantai Dermaga Calabai ini untuk mengaksikan suasana sunset disore hari. 

Dermaga Calabai bersebelahan dengan pantai srise yang biasa disebut para penduduk desa calabai dan pantai srise ini yang banyak berkembang dengan nama pantai rayuan terlarang dan tidak hanya pantai srise tetapi juga berdekatan dengan penginapan Guest House Calabai Veneria.

Dermaga Calabai ini adalah sekaligus dermaga atau pelabuhan pelayaran kapal yang akan berlayar ketiap kota. Dermaga ini bisa juga dikatakan sebagai dermaga terbesar sekecamatan Pekat dan dermaga ini berada di Desa Calabai Kecamatan Pekat Kabupan Dompu yang berada disalah satu provinsi Nusa Tenggara Barat yang berdekatan dangan pulau Moyo yang ada di Pulau Sumbawa Besar.

Dermaga Calabai ini sering dijadikan sebagai tempat transportasi laut yang ada di keamatan pekat, dermaga juga banyak digemari oleh wisata karena keindahan lautyang begitu indah dan bikin hati pengujung jadi sejuk.

Get 30% off your first purchase

X